SINGOJU 2359, Singkong Goreng Keju 2359 ala Tri Yaeni




BAB I

PENDAHULUAN
1. 1  JUDUL PROGRAM
Judul Program ini adalah “SINGOJU 2359, Singkong Goreng Keju 2359”  Usaha Singkong sebagai Variasi Cemilan bagi Mahasiswa.
1. 2  LATAR BELAKANG MASALAH
Indonesia  merupakan  produsen singkong  terbesar  ketiga  di  dunia  setelah  Nigeria  dan  Thailand. Singkong  merupakan  pohon  tahunan  tropika  dan  subtropika  yang  dapat  ditanam  sepanjang tahun,  dan  hampir  disetiap  wilayah  di  Indonesia.  Bagian  yang  dimakan  dari  tanaman  singkong  selain bagian  umbi  atau  akarnya  juga  daunnya,  biasanya  dimanfaatkan  untuk  ragam  masakan,  terutama sayuran. Harga singkong yang relatif murah juga dapat menjadi potensi dalam pengembangan kegiatan pengolahan menjadi produk yang banyak variasinya. Selain itu, latar belakang pengolahan singkong ini adalah  untuk  meningkatkan  pendapatan  dari  sektor  pertanian  (perkebunan).  Singkong  dapat  dimasak  dengan berbagai cara, dapat digunakan pada berbagai macam masakan. Namun sedikit kelemahannya, umbi singkong tidak tahan di simpan lama meskipun ditempatkan di lemari pendingin, untuk itu butuh pengolahan lebih lanjut agar lebih tahan lama.
Di  lihat  dari  manfaatnya,  umbi  singkong  merupakan  sumber  energi  yang  kaya  karbohidrat  namun  sangat  miskin  akan  protein.  Sumber  protein  yang  bagus  justru  terdapat  pada  daun  singkong  karena mengandung asam amino metionin. Umbi akar singkong banyak mengandung glukosa dan dapat  dimakan  mentah.  Menurut  pakar  tanaman  obat  Prof.  Hembing  Wijayakusuma,  efek  farmalogis  dari  singkong  adalah  sebagai  antioksidan,  antikangker,  antitumor,  dan  menambah  nafsu  makan.  Umbi  singkong juga memiliki kandungan kalori, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin  B dan C, dan amilum.  Kecenderungan  mengonsumsi  makanan  modern  menjadi  tren bagi  masyarakat  Indonesia, makanan- makanan cepat saji menjadi banyak di gemari, terutama oleh  masyarakat muda. Kemudian  pengolahan secara modern ini lah yang menjadikan produk-produk makanan saat ini dapat bertahan di pasar makanan. Kenyataanya, pada rumah makan yang menggunakan konsep modern tidak pernah kita temukan  dalam  keadaan  sepi.  Kreatifitas  dituntut  dalam  pengolahan  makanan-makanan  yang  akan dijual,  dengan  diiringi  modernisasi  di  banyak  hal,  alangkah  baiknya  jika  kita  dapat  mempertahankan makanan lokal dengan adanya sedikit penyesuaian kepada modernisasi.
1. 3  PERUMUSAN MASALAH
Dengan mempertimbangkan latar belakang dan realita yang ada, yang menjadi persoalan utama adalah bagaimana  menciptakan  suatu  alternatif  makanan  yang  diproduksi  dengan  cara  modern  namun  tetap  dapat  mencukupi  kebutuhan  gizi,  terutama  untuk  generasi  muda.  Generasi  muda  merupakan  cerminan  masa  depan bangsa, oleh karena itu alangkah baiknya jika kita tetap menjaga kualitas generasi muda melalui asupan gizinya.
Target pasar dari produk ini adalah generasi muda secara khusus, dan masyarakat secara umum. Oleh karena itu, dibutuhkan kreatifitas agar dapat menciptakan produk berupa makanan yang dapat menarik minat generasi muda dan harus tetap mencukupi kebutuhan gizi generasi muda serta harganya harus terjangkau sebisa mungkin. Seperti  apa  strategi  marketing  yang  harus  dilakukan  menjadi  sebuah  kunci  dari  keberhasilan  dalam menciptakan  produk  yang  sesuai  tujuan.  Dimulai  dari  bagaimana  mengolah  bahan  mentahnya,  apa  saja  bahan tambahanya  serta  bahan  pelengkap  agar  menyempurnakan  produk,  bagaimana  memberikan  harga  yang  sesuai dengan  kemampuan  generasi  muda  secara  umum,  bagaimana  memilih  lokasi  dengan  kecenderungan  minat generasi muda untuk datang, serta bagaimana bentuk promosi yang dapat ditawarkan agar sesuai dengan target pasar.  Keunggulan  produk  menjadi  kekuatan  saing  dari  produk  ini,  dimulai  dari  pengemasan  produk  serta bagaimana cara memberikan mindset kepada konsumen bahwa produk ini bermanfaat dan perlu untuk dibeli sebagai cemilan sehat mahasiswa maupun masyarakat umumnya.
1. 4  TUJUAN PROGRAM
Adapun beberapa tujuan dari program kami antara lain: 
1.      Mendapatkan keuntungan agar usaha berkelanjutan.
2.      Memberikan nilai tambah pada singkong sebagai bentuk variasi makanan baru
3.      Mengenalkan  singkong  ke  berbagai  kalangan,  bahwa  singkong  juga  dapat  dimodifikasi  agar  terlihat menarik dan dapat menyesuaikan dengan modernisasi
4.      Memberikan variasi makanan baru bagi generasi muda dengan tetap mencukupi asupan gizi.
1. 5  LUARAN YANG DIHARAPKAN
Berdirinya  outlet-outlet  yang  menawarkan  berbagai  bentuk  pengolahan  singkong,  yang  disajikan  secara menarik   dengan  harga  terjangkau.  Singkong  -  singkong  ini diolah  dan  dikemas  dalam  konsep  modern  dan tradisional.
1. 6  KEGUNAAN PROGRAM
1.  Bagi Perguruan Tinggi:
Berdirinya  suatu  program  kewirausahaan  penyedia  makanan  berbasisi  singkong  ini,  dapat menumbuhkan  semangat  inovasi  dari  mahasiswa  dalam  berwirausaha  dan  berkreasi  dalam pengaplikasian  keilmuan  mereka.   Inovasi  yang  baik  dari  mahasiswa,  tentunya  juga  akan  memengaruhi harumnya nama baik universitas diberbagai kalangan, baik nasional maupun internasional.
2.  Bagi Mahasiswa:
Program  kewirausahaan  ini  diharapkan  dapat  melatih  kemampuan  mahasiswa  dalam berwirausaha serta  pengembangan minat dan bakat.  Mahasiswa akan  mendapat  banyak pembelajaran dalam proses perencanaan program hingga pelaksanaan, seperti kinerja bekerjasama dalam sebuah tim,  dan kemandirian. Sehingga  mahasiswa  baik secara  tidak langsung  terlatih untuk berpikir positif, kreatif, inovatif, dan dinamis.
3.  Bagi Masyarakat:
Program kewirausahaan ini juga berguna bagi masyarakat. Jika program ini terealisasi, maka akan menimbulkan efek  manfaat yang berganda  (multiplier effect), yaitu berupa pembukaan  lapangan kerja baru bagi masyarakat dan mengurangi pengangguran. Pengolahan  singkong  yang  variatif  juga  dapat  menjaga  kelestarian  umbi  singkong  sebagai alternative  makanan  pokok  masyarakat  Indonesia.  Memberikan  gambaran  kepada  masyarakat  bahwa singkong tidak hanya dapat diolah sebagai makanan-makanan tradisional, melainkan dapat juga diolah menjadi  makanan  yang  modern.  Namun  tetap  tidak  meninggalkan  kesan  khas  tradisional  masyarakat Indonesia.  Intinya,  program  ini   merujuk  pada  penawaran  ragam  alternatif  pilihan  makanan  baru  bagi masyarakat Indonesia.

BAB II
GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
SINGOJU 2359  adalah  sebuah  badan  usaha  berbasis  pangan,  yang  dibentuk  berdasarkan  kegemaran pendirinya terhadap dunia kuliner dan hobi makan. Awal terbentunya, untuk memenuhi syarat nilai Ujian Tengah Semester mata kuliah Kewirausaan, Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan Universitas Diponegoro.
2. 1  LOKASI USAHA
Produksi akan dilakukan di koas saya sendiri. Lokasi yang digunakan terletak di  Jalan Timoho Raya no.11 Bulusan, Semarang. Sedangkan untuk  lokasi  penjualan,  kami  mendekatkan  outlet dengan  target  konsumen,  yaitu  mahasiswa.  Lokasi  yang  kami  pilih  adalah  di  Jalan  Prof. Soedarto,  tepatnya  di pinggir jalan depan Polines. Lokasi  ini  saya   nilai potensial karena berada disalah satu tempat nongkrong mahasiswa untuk menjajahi cemilan, lokasi ini pula juga dekat dengan Undip dan Poltekkes dan tergolong ramai setiap harinya, dan strategis, karena berada ditepi jalan raya dan dilewati angkutan umum.
2. 2  DESAIN OUTLET
Desain Outlet dibuat menarik, praktis dan sesuai penggunaan, baik untuk penjual maupun pembeli. Kami membuat desan dengan merujuk pada bentuk dasar gerobak, namun karena outlet kami bersifat statis, maka tidak dilengkapi dengan roda, seperti gerobak pada umumnya dengan ukuran panjang 1,2 m ; lebar 0,6 m ; dan tinggi 1,75 m.
2. 3  RENCANA PENGEMBANGAN USAHA
TAHAP 1
Mendirikan  outlet, menjalin kerja sama dengan teman yang sependapat.

TAHAP 2
Memiliki  Gerai  dengan  bangunan  tetap  dan  menu  yang  lebih  bervariasi.  TAHAP 3
Membuka cabang baru dilokasi lain untuk memperluas pasar.
2. 4  STRATEGI PEMASARAN
2.4.1  Jenis Produk Yang Ditawarkan
Kami menawarkan jenis olahan dari umbi singkong. Dalam melakukan pengolahan kami cukup selektif  terhadap  kualitas  singkong.  Pengolahan  yang  dilakukan  juga  terjamin  baik  dari  segi  kualitas  maupun kuantitas.
                                    
            Gambar 1. Singoju 2359                               Gambar 2. Singoju cok
                  
            Gambar 3.  Singoju 1                                                Gambar 4. Singoju 2
                                     
Gambar 5. Stik Original                                 Gambar 6. Stik Balado
2.4.2 Harga
Menu
Jumlah Porsi
Harga Jual
Singoju 2359
1 Porsi
Rp. 6.000,-
Singoju cok
1 Porsi
Rp. 6.000,-
Singoju 1
1 Porsi
Rp. 5.000.-
Singoju 2
1 Porsi
Rp. 5.000.-
Stik Original
1 Porsi
Rp. 5.000.-
Stik Balado
1 Porsi
Rp. 5.000.-

2.4.3  Promosi
Target  utama  konsumen  kami  adalah  mahasiswa,  karena  makanan  dijual  dengan  harga  terjangkau  dan dengan konsep yang menarik.
a.  Word of mouth
Mempromosikan  secara  personal  kepada  kerabat   terdekat,  dengan  menunjukkan  berbagai  keunggulan produk,  seperti  kualitas  makanan,  kualitas  pelayanan,  packaging  yg  menarik,  harga  yang  murah  dan promo-promo  per-event tertentu.  Menurut  penelitian  yang  dilakukan  Onbee  Marketing  Research,  89% konsumen  Indonesia  lebih mempercayai  rekomendasi  dari  teman  dan  keluarga  pada  saat  memutuskan untuk membeli sebuah produk.
b.  Packaging
Menggunakan  pengemasan  yang  menarik  desain  khusus sehingga  lebih  menarik pembeli. Kemasan akan menggunakan bahan dasar kertas. Bekerja sama dengan event kampus Membuka stand pada berbagai event kampus dan acara besar di Kota Semarang.
c.  Media Publikasi
Menggunakan  berbagai  media  untuk  mengenalkan  produk  baik  dari  media  elektronik  maupun  media cetak.  Langkah  pertama  lebih  melalui  media  elektronik  yang  berupa  jejaring  sosial  agar membuat konsumen merasa lebih mengenal produk.
2.5 ANALISIS USAHA
2.5.1 Analisis Biaya
Biaya Bahan Baku
Singkong 20 kg
Rp. 40.000,-
Coklat
Rp. 100.000,-
Keju
Rp. 100.000,-
Pasta buah-buahan
Rp. 50.000,-
Gula
Rp. 20.000.-
Minyak Goreng
Rp. 50.000.-
Lain-lain
Rp. 170.000,-
Investasi
Gerobak
Rp. 1.500.000,-
Peralatan Masak
Rp. 350.000,-
Penyajian
Rp. 100.000,-
Biaya Operasional
Gaji Pegawai
Rp. 250.000,-
Pengemasan
Rp. 150.000,-
Promosi
Spanduk
Rp. 40.000,-
Stiker
Rp. 18.000,-
Pamflet
Rp. 15.000,-
Total
Rp. 2.953.000,-

2.5.2 Target Penjualan
Harga Satuan Produk
Target Produk/ hari
Harga
Jumlah
Singoju 2359
20 Porsi
Rp. 6.000.-
Rp. 120.000,-
Singoju cok
20 Porsi
Rp. 6.000.-
Rp. 120.000,-
Singoju 1
15 Porsi
Rp. 5.000.-
Rp. 75.000,-
Singoju 2
15 Porsi
Rp. 5.000.-
Rp. 75.000,-
Stik Original
15 Porsi
Rp. 5.000.-
Rp. 75.000,-
Stik Balado
15 Porsi
Rp. 5.000.-
Rp. 75.000,-
Total Laba/hari
Rp. 540.000,-

2.5.3 Laba
Laba/hari                               = Rp. 540.000.-
Laba kotor /bulan                = laba/hari x 20hari (asumsi 10 hari istirahat)
= Rp 540.000 x 20 hari
= Rp 10.800.000,-
Laba bersih/bulan                =  laba  kotor  –  total analisis biaya
= Rp 10.800.000 – Rp 2.953.000,-
= Rp 7.847.000,-

Komentar

Postingan Populer